
BITING – Stunting masih menjadi problema yang sulit diatasi oleh Pemerintah Desa Biting. Pasalnya masih ada 18 anak yang masuk dalam kategori stunting yang tentunya masih cukup besar.
Menurut data yang ada di Puskesmas Purwantoro 1, tercatat ada 41 anak yang stunting dan wasting (waspada stunting). Tentunya angka ini sangat mengkhawatirkan.
Pemberian makanan tambahan (PMT) menjadi salah satu program utama yang dilaksanakan oleh Desa Biting untuk mengatasi kejadian stunting.
”Anak-anak stunting yang berjumlah 18 anak ini akan diberikan PMT senilai Rp 13.000,00 selama 90 hari” jelas Sukadi dalam sambutannya menggantikan Kepala Desa.
Menurut camat Purwantoro stunting selalu menjadi bahan evaluasi di tingkat kabupaten karena dampaknya terlalu banyak.
”Stunting tidak hanya berarti pendek saja akan tetapi juga memiliki dampak pada kesehatan fisik serta perkembangan otak para penerus generasi kita” ujar Khamid Wijaya, camat Purwantoro pada sambutannya.
Duta GenRe Kabupaten Wonogiri yang berasal dari Biting, Satria Bima Nugraha juga menjelaskan bahwa stunting ada kaitannya dengan remaja.

”Stunting tidak hanya soal ibu hamil dan anak yang dilahirkannya saja akan tetapi juga berkaitan dengan pola hidup saat remaja. Remaja yang memiliki pola hidup dan pola pikir yang sehat akan mengecilkan resiko melahirkan anak yang stunting di masa depan” ungkap Bima saat menjadi narasumber
Seorang ahli Gizi yang dihadirkan dari Puskesmas Purwantoro 1, Fadilah Devi Rahmawati, S.Gz juga memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi yang lengkap untuk anak-anak kita semua.
Ia juga membahas bahwa di Indonesia ini ada banyak sekali bahan makanan yang mengandung nutrisi tinggi untuk memenuhi gizi anak sehari-hari.

”Memenuhi gizi anak tidak perlu mahal, bahan pangan di Indonesia ini sangat beragam dan bisa didapatkan dengan harga yang murah.”
Pelaksanaan pemberian makanan tambahan stunting menggunakan dana desa ini akan dilaksanakan mulai hari Kamis, 22 Agustus 2024. Kegiatan ini melanjutkan program PMT dari Puskesmas Purwantoro 1 yang telah berakhir pada Rabu, 21 Agustus 2024.

